menjadi racun

30 01 2008

kau tahu?
dirimu menjadi racun!

buah campuran;
hiperbola dari perasaanku,
heharuman khayalanku,
dan setumpuk rasa ingin tahuku.

Iklan




kamu dengan dia

30 01 2008

kala waktu menyesak dada,
muncul mendung menggelayuti,
ku ucapkan; ya, aku sedih.





lihatlah bintang, kawan

5 01 2008

Kaca-kaca di matamu
tampak seperti akan segera pecah,
didorong dorong dan dibentur bentur
oleh kesedihan yang tak lagi mampu tertampung di hati.

Kataku :
lihatlah bintang, kawan.
Karna gugusan sinarnya,
niscaya, hanya airmata gembira yang akan terurai di wajahmu.





andai saja bisa

5 01 2008

Oh,
sayang sekali..
Anda saja aku bisa menggambarkan
dan menyampaikan keriangan dalam hatiku ini
padamu;
benar sesuai yang kurasa.

Tentu hidup tak akan seberat yang kau kira kini.





membuang atau memberi

4 01 2008

Dari keran yang lupa kau tutup
mengucur begitu derasnya air bening, lagi segar.

Suara kemarahan pun
tak pelak lagi jadi santapanmu.

“Membuang-buang air!” Seru mereka.

Namun,
tak jauh dari tempatmu tertunduk takut; terancam,
sekelompok akar tengah menari
menyambut sang penghilang dahaga;
sang pembawa kehidupan,
beriringan menuju arahnya.

Dan serentak mengucap syukur atas pemberianmu.





kamu sama gunung meletus

2 01 2008

kamu dan gunung meletus,
terhadap hidupku, adalah sama;
sama-sama menghancurkan sekaligus menciptakan.





sedih tak dikenali

1 01 2008

Ada kesedihan yang tak kukenali
menyergapku saat ini.