membongkar topeng

1 01 2008

Tak sangka aku,
ada yang berhasil menembus dan membongkar
topeng kebahagiaan yang kupakai malam ini.

Iklan




sudah yakin?

10 12 2007

yakinkah,
pelita hati telah berpendar kembali?





siapa bersedia?

2 12 2007

siapa yang bersedia,
mendengar dan jadi korban keganasan lubang hitamku,
saat luncuran kata kata ini,
mengandung, tak lebih daripada kehancuran?





dengarkanlah!

28 11 2007

aku tak butuh celotehanmu!

telingamu,
hatimu saja,
sudah cukup.

hanya dengarkanlah aku!

dengarkanlah deritaku,
pahamilah jejaring pikiranku.

mengertilah!

mulutmu,
hanya akan jadi pedang yang menusukku!

kebutuhanku akan tercukupi,
tanpa perlu kata bijakmu.

sebab, cukup hati yang mendengarkan,
jadi keperluanku.





peristirahatan terakhir

28 02 2007

aku ingin hatimu,
hati kalian semua
menjadi tempat peristirahatan terakhirku.
dan aku memang akan ada disitu,
selamanya.

jikalau kau lupa akan aku,
hiruplah sejuknya udara pagi hari,
perlahan,
hiruplah sedalam mungkin,
hingga tak ada ruang lagi dalam dirimu bagi kesejukan itu.

atau,
nikmatilah indah tenggelamnya matahari,
perlahan,
nikmatilah sedalam mungkin,
hingga tak ada lagi ruang lagi dalam dirimu bagi keindahan itu.

atau,
saksikan lambaian riang dedaunan,
perlahan,
saksikanlah setenang mungkin,
hingga tak ada ruang lagi dalam dirimu bagi keriangan itu.

atau,
rasakan curahan segarnya hujan
perlahan,
rasakan setenang mungkin,
hingga tak ada ruang lagi dalam dirimu bagi kesegaran itu.

: kau akan ingat aku lagi.

aku ada dimana-mana.
bahkan setelah kematianku
tanah pekuburan tak mampu mengekang jiwaku.
nisanku adalah hidup ini; alam semesta ini!
dan aku akan tetap hidup di hatimu
dan hati kalian.