peristirahatan terakhir

28 02 2007

aku ingin hatimu,
hati kalian semua
menjadi tempat peristirahatan terakhirku.
dan aku memang akan ada disitu,
selamanya.

jikalau kau lupa akan aku,
hiruplah sejuknya udara pagi hari,
perlahan,
hiruplah sedalam mungkin,
hingga tak ada ruang lagi dalam dirimu bagi kesejukan itu.

atau,
nikmatilah indah tenggelamnya matahari,
perlahan,
nikmatilah sedalam mungkin,
hingga tak ada lagi ruang lagi dalam dirimu bagi keindahan itu.

atau,
saksikan lambaian riang dedaunan,
perlahan,
saksikanlah setenang mungkin,
hingga tak ada ruang lagi dalam dirimu bagi keriangan itu.

atau,
rasakan curahan segarnya hujan
perlahan,
rasakan setenang mungkin,
hingga tak ada ruang lagi dalam dirimu bagi kesegaran itu.

: kau akan ingat aku lagi.

aku ada dimana-mana.
bahkan setelah kematianku
tanah pekuburan tak mampu mengekang jiwaku.
nisanku adalah hidup ini; alam semesta ini!
dan aku akan tetap hidup di hatimu
dan hati kalian.





rapuhnya tanah dan rentannya dahan

28 02 2007

jika kakiku berpijak di tanah yang rapuh,
mungkin akan terperosoklah aku.
jika aku berharap tanah itu memadat,
mungkin akan kecewalah diriku.

jika tanganku bergantung pada dahan yang rentan patah,
mungkin akan jatuhlah aku.
jika aku berharap dahan itu menguat,
mungkin akan kecil hatilah diriku.

*aku disini,
masih saja menyalahkan
rapuhnya tanah ku berpijak
dan rentannya dahan ku bergantung.

masih saja menanti
padatan tanah itu muncul sendiri,
dan
kuatnya dahan itu timbul sendiri.