tersenyum kembali

30 01 2007

di antara keletihanku hari ini,
kehadiranmu dalam hatiku
ternyata mampu membuatku kembali tersenyum.

engkau,
yang tak nyata di hadapanku,
yang hanya ada di hatiku,
ternyata mampu membuatku kembali tersenyum.

engkau,
yang tak ada di sekitarku,
yang hanya ada di hatiku,
ternyata mampu membuatku melangkah lagi.

di sela-sela kepahitanku hari ini,
adanya dirimu dalam hati
ternyata sungguh membuatku kembali tersenyum.

*adakala pikiran tak mampu menjelaskan semua hal;
dan hanya hati yang bisa memahaminya.





ingin bertemu

22 01 2007

aku ingin bertemu denganmu..
sungguh!
aku ingin..

jika ada kesempatan,
aku ingin bertemu denganmu..
sungguh!
aku ingin itu..

jika Ia mengijinkan,
aku ingin bertemu denganmu..
sungguh!
aku inginkan itu..

aku ingin bertemu denganmu..
aku ingin..
aku ingin itu..
aku inginkan itu..
bertemu denganmu





terbuka atau menyerah?

22 01 2007

saat ini..
mataku mulai terbuka..

aku tak seharusnya disini..
aku tak seharusnya lakukan ini..
aku tak seharusnya mengenalmu..

saat ini..
aku ragu..

apakah aku seharusnya disini..
apakah aku seharusnya lakukan ini..
apakah aku seharusnya mengenalmu..

saat ini..
apakah mataku mulai terbuka?
ataukah keraguan membuatku mulai menyerah?





seperti sebuah pedang

16 01 2007

kehadiranmu,
seperti layaknya sebuah pedang
yang kubawa dalam perjalanan mlewati hutan rimba.
karenamu,
aku bisa membuka hutan
dan melihat pemandangan baru,
yng belum pernah kulihat.
namun…
karenamu juga,
aku bisa menjadi terluka
ketika kuayunkan pedang
dan tersayat karena ayunanku..

kehadiranmu,
seperti sebuah pedang yang kubawa dalam hidupku..
pilihanku :
akan terus membawanya atau tidak





simbolisasi pesanku

12 01 2007

kuberikan padamu
sebuah simbolisasi,
dari pesan-yang-ingin-hatiku-sampaikan.

mudah-mudahan
hatiku mengungkapkan pesan itu dengan tepat,
dan tanganku mencipta simbol itu dengan tulus.

mudah-mudahan
hatimu menangkap pesanku dengan tepat pula,
dan bibirmu mengucapkan terima kasih itu dengan tulus pula.

mudah-mudahan
simbolisasi pesan itu,
menjadi kunci pembuka pintu masa depan yang terbaik;
untukmu dan untukku.

*andai tak ada pesan singkat di pagi itu,mungkin simbolisasi-pesan ini hanya akan terdiam hingga melapuk di kamarku..