masih berjalan di tempat?

22 04 2007

kamu telah pergi,
dia juga sudah..

sedangkan kakiku,
tak juga beranjak dari titik ini..

suatu waktu nanti,
kamu kembali,
dia datang lagi,
dan membawa sebuah pengetahuan baru..

—–
apakah aku masih terus,
akan berdiri lalu berjalan di tempat saja?

© 2007 oleh FA Triatmoko HS

Iklan




hanya kamu yang dapat

9 04 2007

sebuah pesan kusampaikan padamu :

Isa telah menyatakan cintanya
bagi kita.
siapkah dan maukah kita
menerima giliran untuk berbagi cinta?

kuantarkan kepadamu,
di malam,
tepat dimana dunia
meyakini keselamatan telah datang,
berkat cinta dari Sang Cinta.

mungkin kau menyangka,
semua sahabat yang kukenal,
mendapati pesan yang sama.

tidak,
tidak,
tidak..
hanya kamu yang memperolehnya..

*suatu saat semoga kau membaca ini..

© 2007 oleh FA Triatmoko HS





aku pergi meninggalkanmu

9 04 2007

kukenang jawaban darimu :
hanya itu yang bisa kuberikan.

sepanjang aku bisa mengingat,
tak pernah ada kesempatan,
dimana
tanganmu membelai mesra kulit di kepalaku;
menyusuri sela sela rambut,
menyingkirkan air mata sebelum sampai pipi.

sejauh ingatanku bisa kuhadirkan,
belum pernah ada situasi,
dimana
nada suaramu menciptakan lagu yang indah:
menceritakan dongeng kebajikan,
memberikan kata bermuatan kasih.

yang terjadi justru,
satu tanganmu mendarat telak di pipi,
sedang yang satu lagi,
erat cengkeram rambutku
–beberapa tanggal hingga akarnya,
dan airmata tak ada habisnya berhenti.
suaramu menggelegar tanpa perlu pengeras,
menyampaikan umpatan;
sebuah kalimat pemaksaan dan kebencian.

jadi jangan salahkan aku,
jika aku sekarang pergi.

dahulu kulontarkan tanya padamu :
apakah tak ada selain nafkah,
yang bisa kau beri padaku?
–dalam hati,
kuberharap ada cinta bisa kau berikan.

jawabmu :
ya, hanya itu.

jadi wajar,
jika kini, saat ku telah dewasa,
saat nafkah telah datang sendiri,
aku pergi meninggalkanmu,
dan mencari yang bisa mencintaiku…

© 2007 oleh FA Triatmoko HS





deritaku, ikan dan tanah

4 04 2007

malam ini,
kepalaku seperti,
sedang dipukul pukul dengan sebongkah batu,
terus menerus.

rasa sakitnya tak terkira.

mungkin,
seperti ini yang dirasa tanah,
saat paku paku bumi yang gagah
ditancap sampai jantungnya,
dengan paksa.

tidak..
pasti jauh lebih sakit,
penderitaan berhari hari
berbulan bulan bahkan tahunan.

malam ini,
aku seperti,
terseret ke dalam pusaran air
yang tak tahu kapan berhenti.

rasa peningnya tak terduga.

mungkin,
semacam ini yang dirasa ikan ikan kecil,
ketika baling baling kapal raksasa
menyedot sekawanan dari mereka
tanpa belas kasihan.

tidak..
pasti jauh lebih pening,
penderitaan tanpa henti
yang mungkin berujung kematian.


setelah kutelusuri
deritaku tentu tak sebanding
dengan derita tanah atau ikan ikan,
bahkan seluruh alam ini..
mengapa mesti kukeluhkan?

© 2007 oleh FA Triatmoko HS





kisah cinta ia dan nya

1 04 2007

ia berkata padanya,
“aku cinta kamu”.
dijawabnya dengan,
“aku cinta padamu pula”
dan beranjaklah mereka naik ke ranjang.

apakah ia berkata jujur?
“aku cinta padamu” yang mengandung kejujuran?
tak ada orang selain ia yang tahu.
paling tidak,
pikirannya menganggap ia mengungkapkan kejujuran.

tapi,
tidakkah didengarnya,
kata kata lain yang ia hadirkan?
kata yang keluar tidak ia sadari?

mungkin tidak.

tak didengarnya,
kata mata,
lewat sorotan ia yang menginginkan sesuatu.
tak didengarnya,
kata suara,
lewat nada bicara ia yang memuat keraguan.
tak didengarnya,
kata tangan,
lewat kekakuan ia saat genggam tangannya.
tak didengarnya,
kata udara,
lewat hawa tak nyaman waktu ia peluk tubuhnya.
tak didengarnya,
kata syaraf,
lewat kasar gerakan ketika ia melumat bibirnya.

hanyut dalam cinta, pernah dialaminya.
dalam kata cinta yang keluar hanya dari mulut ia.
kata yang membutakan semua inderanya.
kata yang tak bermakna sama,
dengan kata kata lain yang ia ucapkan tanpa sadar.

dan..
karam dalam cinta, kini sedang ditanggungnya.

*terinspirasi oleh akting seorang bintang sinetron serta bahasa non verbal.

© 2007 oleh FA Triatmoko HS