sayang

30 11 2007

aku sayang kamu

namun sayang,
rasa sayang terkadang tak bisa memandang.

sangat disayangkan,
rasa sayang adakalanya tak lihat halang rintangan.

padahal,
aku sungguh sayang kamu.





jika kau belum tahu

29 11 2007

aku pernah menyayangimu,
jika kau belum tahu itu;
seperti tanah gersang menyayangi rintikan hujan.

aku pernah membencimu,
jika kau belum tahu itu;
seperti amarah letusan pegunungan.

kau dulu begitu berarti bagiku,
jika kau belum tahu itu;
seperti anak kecil menguasai kemampuan baru.

kau dulu begitu menyesakkan bagiku,
jika kau belum tahu itu;
seperti tenggelam dan kehabisan nafas.





pakaian tebal

29 11 2007

pakaian tebal yang menutupi Hati ini,
oh, enggan sekali kulepaskan.

ketakutan dan ketidakpercayaan,
menjadi alasan utama ketidakmauan ini.





jalur lain

29 11 2007

kuputuskan,
untuk mengambil jalur lain.

mungkin kau akan sedih,
namun bukan itu jalanku.

[jika aku masih punya]
hatiku tidak ingin menuju kesana,
karena itu
lebih baik ku berpindah arah saja
dan menapak di jalur lain.





medan perang

28 11 2007

kepalaku,
layaknya meja tempat pemimpin dunia
berdebat, memaksakan ideologinya.

ia bicara tentang itu,
dia bicara tentang ini;
silih berganti,
hingga terdengar ricuh.

tubuhku,
adalah korbannya!

medan pertempuran;
babak belur sana sini,
seperti tentara terbentur bebatuan.

berdarah atas bawah,
ibarat tertembak lawan perang.

ketegangan di tiap sendi,
mirip cemas menunggu musuh datang.





dengarkanlah!

28 11 2007

aku tak butuh celotehanmu!

telingamu,
hatimu saja,
sudah cukup.

hanya dengarkanlah aku!

dengarkanlah deritaku,
pahamilah jejaring pikiranku.

mengertilah!

mulutmu,
hanya akan jadi pedang yang menusukku!

kebutuhanku akan tercukupi,
tanpa perlu kata bijakmu.

sebab, cukup hati yang mendengarkan,
jadi keperluanku.





menyerpih!

28 11 2007

ingin kurobek habis halaman ini,
hingga jadi serpihan!

sampai kalimat dan makna kandungannya,
tak terbaca dan terpahami lagi!