tugasku telah selesai

26 09 2006

tugasku telah selesai,
tugas beratku telah selesai..
sekarang aku akan berjalan lagi,
berjalan dalam hidupku,
sesuai keinginanMu lagi.

aku akan berjalan lagi,
walau sempat terhenti..
aku akan bergerak lagi,
walau sempat tertahan..
aku akan hidup lagi,
walaupun sempat mati..

semua sesuai keinginanMu

Iklan




keberanian

25 09 2006

masih berjalan di dunia,
masih juga tanpa arah pasti.
masih mencari-cari,
namun dengan sedikit keberanian..
keberanian..
keberanian..
sepertinya kata itu hilang dari diriku selama ini..
aku harus mengumpulkannya lagi!
keberanian!
keberanian
dan aku akan berjalan,
walau arah tak jelas,
namun tanpa rasa takut!
takut akan apapun di dunia ini..
dan tentunya akan membuat hidupku lebih bermakna..

–menurut para eksistensialis,
aku belumlah dewasa jika menyangkut hal ini…





diri dari luar

25 09 2006

—untukmu, yang sering kuperhatikan. selama ini, aku hanya bisa memandangimu dari kejauhan. aku memandangi caramu berjalan;menghafalkan langkahmu itu, sehingga lain kali, aku akan dapat lebih mudah mengenalimu dari kejauhan. aku mengingat-ingat siapa saja kawanmu dekatmu;mereka akan kujadikan penanda kemunculanmu, sehingga lain kali,aku tahu kau akan datang dari datangnya mereka. aku memperhatikan raut wajahmu;mencari lalu menyimpan senyummu dalam ingatanku, sehingga lain kali,aku dapat menghadirkan kembali dirimu dalam pikiranku. aku mengutuhkan semua keberanian yang kupunya;mengumpulkan dan menyatukannya, sehingga lain kali,aku dapat menyapa dan memulai perkataan denganmu. selama ini,aku hanya bisa memandangimu dari kejauhan.tapi aku mencoba untuk berbuat sesuatu,hingga kau akhirnya memperhatikanku pula. dariku,yang sering memperhatikanmu—


setelah membaca tulisanku sendiri,
mencoba meletakkan diriku ada di luar ‘diri’,
dan aku menemukan :
aku tak sendiri!
aku hanya perlu melihat dari sudut yang berbeda,
keluar dari kotakku,
dan memandang semuanya dengan cara yang berbeda.





terjadilah seperti ini

11 09 2006

jikalau harus berakhir seperti ini,
jadilah seperti ini..

semua akhir,
bisa menimbulkan kesan.
tapi tak semua kesan berisi sesuatu yang menyenangkan;
ada yang berisi kesedihan dan kehancuran..

aku harus bisa menerima,
bahwa tak semua berakhir dengan baik..

jikalau harus berakhir seperti ini,
jadilah seperti ini..





rencana lain

11 09 2006

semuanya telah kurencanakan
dengan sematang-matangnya,
semua sudah kualurkan
dengan sebaik-baiknya,
dan telah coba kujalankan.
tapi, ternyata
Sang Maha Rencana punya rencana lain..
semua yang telah terencana,
semua yang telah teralur,
dan yang telah kucoba,
tak juga terpenuhi..
mulanya,
aku hanya bisa menyesali kegagalanku,
namun semua tak ada gunanya.
rencanaNya jauh lebih matang,
jauh lebih baik jika kujalankan.
dan kini,
aku bersyukur
karena rencanaNya pasti baik adanya.





menunggu kesempatan kedua

11 09 2006

aku akan mencari,
mencari kesempatan kedua.
aku akan menanti,
menanti munculnya kesempatan kedua.
kali lalu,
aku tak menggunakan kesempatan yang ada.
aku berharap,
kali nanti,
aku tak akan melakukan kesalahan serupa.
aku akan mencari,
mencari kesempatan kedua.
aku akan menanti,
menanti munculnya kesempatan kedua.
dan kali itu aku akan melakukan yang seharusnya!





berjalan terus

7 09 2006

hidup berjalan terus…

air mengalir terus walau ada batu halangan.
angin berhembus terus walau ada gunung menjulang.
pepohonan bertumbuh terus walau tertutup dari cahaya.
hewan berkembang terus walau terhimpit manusia.

akupun harus seperti itu,
terus maju walau terhalang,
terus hidup walau tertantang,
dan terus lagi walau terhadang,
hingga waktuku telah berakhir di dunia ini.

akupun harus berjalan terus.