api dan udara

4 07 2007

api dalam hatiku tak kan terus menyala tanpamu,
udaraku.

sebuah sumbu penghasil kreasi
telah tertanam di hatiku.
ia telah diberikanNya cuma-cuma padaku.

kunyalakan membara
dengan api semangat dan keberuntungan.
setiap kesempatan,
menjadi usahaku untuk tetap mengobarkannya.

tetap saja
dan tentu saja,
tanpa udara,
nyalanya tak akan tahan lama;
tercekik lalu hilang perlahan.

ialah; udara,
yang terus menghidupkan
seketika saat pijaranku hendak padam.

untuk itu, kukatakan kepadamu :
terima kasih,
oh udaraku.
tanpamu
kematianku hanyalah tinggal menunggu waktu.

terima kasih,
udaraku.
adanya dirimu,
menjaga keberadaanku.

*dibuat untuk temanteman yang selalu mendukung ‘karir’ kepenulisanku walau belum jelas hasilnya 🙂

Iklan