#2

7 03 2008

kamu sama gunung meletus

kamu bagi hidupku
dan gunung meletus bagi kehidupan,
adalah sama;
sama-sama menghancurkan sekaligus menciptakan.

Baca entri selengkapnya »





menjadi racun

30 01 2008

kau tahu?
dirimu menjadi racun!

buah campuran;
hiperbola dari perasaanku,
heharuman khayalanku,
dan setumpuk rasa ingin tahuku.





kamu sama gunung meletus

2 01 2008

kamu dan gunung meletus,
terhadap hidupku, adalah sama;
sama-sama menghancurkan sekaligus menciptakan.





jika kau belum tahu

29 11 2007

aku pernah menyayangimu,
jika kau belum tahu itu;
seperti tanah gersang menyayangi rintikan hujan.

aku pernah membencimu,
jika kau belum tahu itu;
seperti amarah letusan pegunungan.

kau dulu begitu berarti bagiku,
jika kau belum tahu itu;
seperti anak kecil menguasai kemampuan baru.

kau dulu begitu menyesakkan bagiku,
jika kau belum tahu itu;
seperti tenggelam dan kehabisan nafas.





kebenaran atau pertahanan?

25 11 2007

apa yang kurasa malam ini,
semua yang kupikirkan di saat yang sama,
apakah sebuah kebenaran?

ataukah,
hanya sebuah benteng kokohtebal,
tempat aku bertahan dari serbuan kecemasan?





surat untukmu

24 09 2007

untukmu, yang sering kuperhatikan.

selama ini,
aku hanya bisa memandangimu dari kejauhan.
aku memandangi caramu berjalan;
menghafalkan langkahmu itu,
sehingga lain kali,
aku akan dapat lebih mudah mengenalimu dari kejauhan.

aku mengingat-ingat siapa saja kawanmu dekatmu;
mereka akan kujadikan penanda kemunculanmu,
sehingga lain kali,
aku tahu kau akan datang dari datangnya mereka.

aku memperhatikan raut wajahmu;
mencari lalu menyimpan senyummu dalam ingatanku,
sehingga lain kali,
aku dapat menghadirkan kembali dirimu dalam pikiranku.

aku mengutuhkan semua keberanian yang kupunya;
mengumpulkan dan menyatukannya,
sehingga lain kali,
aku dapat menyapa dan memulai perkataan denganmu.

selama ini,aku hanya bisa memandangimu dari kejauhan.
tapi aku mencoba untuk berbuat sesuatu,
hingga kau akhirnya memperhatikanku pula.

dariku,yang sering memperhatikanmu.

*tulisan lama yang ingin kubagi kembali





masih berjalan di tempat?

22 04 2007

kamu telah pergi,
dia juga sudah..

sedangkan kakiku,
tak juga beranjak dari titik ini..

suatu waktu nanti,
kamu kembali,
dia datang lagi,
dan membawa sebuah pengetahuan baru..

—–
apakah aku masih terus,
akan berdiri lalu berjalan di tempat saja?

© 2007 oleh FA Triatmoko HS





hanya kamu yang dapat

9 04 2007

sebuah pesan kusampaikan padamu :

Isa telah menyatakan cintanya
bagi kita.
siapkah dan maukah kita
menerima giliran untuk berbagi cinta?

kuantarkan kepadamu,
di malam,
tepat dimana dunia
meyakini keselamatan telah datang,
berkat cinta dari Sang Cinta.

mungkin kau menyangka,
semua sahabat yang kukenal,
mendapati pesan yang sama.

tidak,
tidak,
tidak..
hanya kamu yang memperolehnya..

*suatu saat semoga kau membaca ini..

© 2007 oleh FA Triatmoko HS





dari hulu ke hilir

25 03 2007

tak tahukah kamu?
bagaimana rangkaian kata dariku sampai padamu?

semua berawal dari hulu di hati,
lalu mengalir deras dalam darah,
memanasi diri,
membuat kata kata berloncatan dalam kepala,
meningkatkan ketidaksabaran tuk aktualisasi,
memaksa pikiran mencerna makna,
lalu menyusun kata jadi kalimat yang tepat.

hingga akhirnya sampai di hilir; di jemariku.

namun semua tak berakhir di situ.

dengan bantuan pena,
dan sedikit keberuntungan pencarian kata yang tepat,
kalimat itu keluar menjadi kenyataan.

dan dengan pertolongan Angin,
kalimat itu sampai kepadamu.

tapi,
tetap tak tahukah kamu?
kalimat itu bersumber dari hatiku,
yang tersentuh oleh dirimu.





tersenyum kembali

30 01 2007

di antara keletihanku hari ini,
kehadiranmu dalam hatiku
ternyata mampu membuatku kembali tersenyum.

engkau,
yang tak nyata di hadapanku,
yang hanya ada di hatiku,
ternyata mampu membuatku kembali tersenyum.

engkau,
yang tak ada di sekitarku,
yang hanya ada di hatiku,
ternyata mampu membuatku melangkah lagi.

di sela-sela kepahitanku hari ini,
adanya dirimu dalam hati
ternyata sungguh membuatku kembali tersenyum.

*adakala pikiran tak mampu menjelaskan semua hal;
dan hanya hati yang bisa memahaminya.





terbuka atau menyerah?

22 01 2007

saat ini..
mataku mulai terbuka..

aku tak seharusnya disini..
aku tak seharusnya lakukan ini..
aku tak seharusnya mengenalmu..

saat ini..
aku ragu..

apakah aku seharusnya disini..
apakah aku seharusnya lakukan ini..
apakah aku seharusnya mengenalmu..

saat ini..
apakah mataku mulai terbuka?
ataukah keraguan membuatku mulai menyerah?





seperti sebuah pedang

16 01 2007

kehadiranmu,
seperti layaknya sebuah pedang
yang kubawa dalam perjalanan mlewati hutan rimba.
karenamu,
aku bisa membuka hutan
dan melihat pemandangan baru,
yng belum pernah kulihat.
namun…
karenamu juga,
aku bisa menjadi terluka
ketika kuayunkan pedang
dan tersayat karena ayunanku..

kehadiranmu,
seperti sebuah pedang yang kubawa dalam hidupku..
pilihanku :
akan terus membawanya atau tidak





simbolisasi pesanku

12 01 2007

kuberikan padamu
sebuah simbolisasi,
dari pesan-yang-ingin-hatiku-sampaikan.

mudah-mudahan
hatiku mengungkapkan pesan itu dengan tepat,
dan tanganku mencipta simbol itu dengan tulus.

mudah-mudahan
hatimu menangkap pesanku dengan tepat pula,
dan bibirmu mengucapkan terima kasih itu dengan tulus pula.

mudah-mudahan
simbolisasi pesan itu,
menjadi kunci pembuka pintu masa depan yang terbaik;
untukmu dan untukku.

*andai tak ada pesan singkat di pagi itu,mungkin simbolisasi-pesan ini hanya akan terdiam hingga melapuk di kamarku..