aku ingin menjadi kupukupu
-
aku pasti menjadi kupukupu
-
aku sudah menjadi kupukupu
-
Sang Madu, kuatkan aku.
oh Angin, tuntun kibasan sayapku.
aku ingin menjadi kupukupu
-
aku pasti menjadi kupukupu
-
aku sudah menjadi kupukupu
-
Sang Madu, kuatkan aku.
oh Angin, tuntun kibasan sayapku.
ratusan anak tangga,
satu pintu berdiri di hilirnya.
satu anak tangga sudah terinjak kaki ini,
sisanya menyusuli.
daun penuh kebaikan,
dilepaskan dengan rela oleh ranting,
untuk diberikan nyawanya pada tanah.
begitu wujud cinta ranting pada tanah.
oh
getar menjalari sekujur tubuh,
saat kau katakan…
cinta,
bukan ibarat
tumbuhan di sekeliling
yang manghalangimu dari sinaran matahari.
namun,
seperti debu penyubur
yang menambahkan dirimu dengan hal baik,
dan semakin mengembangkanmu.
menaiki puncak gunung itu
tidak sebentar.
kau tak bisa bilang,
“aku sudah sampai tempat tertinggi”,
ketika tiba di puncak bukit;
baru di kakinya saja.
-
sabar,
teruslah menggapai!
kumohon,
tolong aku jangan dibunuh!
kali ini,
biarkan aku hidup dulu.
oh jiwa pemberontak,
haruskah engkau kusangkarkan?
–
oh jiwa pemberontak,
jelaskah pandanganmu?
dua bintang jatuh
sekelebat membelah malam ini.
dua bintang jatuh
menumbuk hatiku
hancur, remuk
hancur remuk hati ini
percayakah kamu,
jika surga jelas sangat dekat;
di dalam hati masing-masing kita.
apakah,
kita sebenarnya:
berkendara di atas perahu yang sama?
meski sekilas,
keduanya terlihat serupa.
menunjuk utara yang sama?
walaupun sepertinya,
kita genggam kompas sejenis.
–
apakah kita?
satu mataku
melihat dalam ketakutan;
kau dihantarkan menuju ladang penuh serigala,
dan tak mampu berdaya melawannya.
mataku satu lagi
menatap dalam pengharapan;
kau diajak ke ruang belajar,
dan pasti kembali dengan genggaman penuh pengetahuan.
komentar terbaru