api dalam hatiku tak kan terus menyala tanpamu,
udaraku.
–
sebuah sumbu penghasil kreasi
telah tertanam di hatiku.
ia telah diberikanNya cuma-cuma padaku.
kunyalakan membara
dengan api semangat dan keberuntungan.
setiap kesempatan,
menjadi usahaku untuk tetap mengobarkannya.
tetap saja
dan tentu saja,
tanpa udara,
nyalanya tak akan tahan lama;
tercekik lalu hilang perlahan.
ialah; udara,
yang terus menghidupkan
seketika saat pijaranku hendak padam.
–
untuk itu, kukatakan kepadamu :
terima kasih,
oh udaraku.
tanpamu
kematianku hanyalah tinggal menunggu waktu.
terima kasih,
udaraku.
adanya dirimu,
menjaga keberadaanku.
*dibuat untuk temanteman yang selalu mendukung ‘karir’ kepenulisanku walau belum jelas hasilnya






komentar terbaru