airmata doa
8 06 2008ketika hati
terlalu sedih untuk berbicara,
dan
kata-kata tidak keluar sedikitpun,
airmatalah yang lalu berperan menjadi doa.
Komentar : 4 Komentar »
Kategori : manusia di sekitar
ketika hati
terlalu sedih untuk berbicara,
dan
kata-kata tidak keluar sedikitpun,
airmatalah yang lalu berperan menjadi doa.
tidak.
aku tidak datang terlalu cepat,
ataupun terlalu lambat.
kamu tersusun dari
kebodohan,
kebaikan,
keterlambatan,
kepintaran,
ketidakmampuan,
keyakinan,
keterbelakangan,
keindahan,
dan lainnya.
yang ada,
aku cinta kamu.
tentu kamu setuju,
bahwa
bukan aku atau kamu yang menentukan,
melainkan..
jalur yang tepat,
tempatku berjalan kini.
ku tahu,
karena ada Penunjuknya
berat,
membawa pertempuran pribadi
kemanapun ku pergi.
apalagi saat terseretnya orang terkasih
masuk ke dalam medan perang.
tahukah kamu, hari sekarang
masih seperti hari lalu
memiliki dan mencintai bukan hal yang sama, bukan?
masih seperti perahu,
terombang-ambing gelombang.
layarnya,
badannya,
tiangnya,
nahkodanya,
awaknya,
terhantam ombak.
lebih tenang,
malam ini,
bisa lebih tenang,
tenang,
di malam ini,
bisa lebih tenang
bendera putih telah diangkat,
sebelum peperangan.
[atau pertempuran telah terjadi tanpa kuketahui?]
aku tidak hanya akan mengabarkan,
tapi bahkan menyanyikannya!
apa yang bisa kuberikan,
sesungguhnya jauh lebih penting,
lagi mulia.
komentar terbaru